Artikel Ilmiah 
Kesepahaman terhadap Standar & Kelembagaan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
Terlepas dari pendapat banyak orang bahwa timbulnya verifikasi legalitas kayu adalah akibat dari “permintaan pasar”, tetapi dalam kenyataannya legalitas untuk kayu Indonesia bagi pasar Internasional memang sangat diperlukan dengan melihat banyaknya bukti-bukti di media massa terhadap penangkapan kayu-kayu yang tidak legal (illegal).
Tahun 2003 inisiasi untuk membangun standar legalitas kayu diawali dengan mengidentifikasi pengertian atau definisi terhadap kegiatan yang tidak legal pada pengusahaan/pembalakan hutan dari dalam hutan sampai dengan peredaran kayu untuk industri.
Sampai dengan tahun 2008, standar dan kelembagaan untuk sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) tersebut belum secara utuh memperoleh kesepahaman diantara para pihak pemegak kepentingan (multi-stakeholders) terutama bagi pihak-pihak yang kelak akan menggunakan sistem tersebut.
Perbedaan Manusia Dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial.
Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
POSISI PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK PERKAYUAN INDONESIA
Analisa portofolio merupakan suatu instrumen penting di dalam kajian pemasaran. Analisa market growth-relative market share adalah salah satu jenis analisa portofolio yang outputnya biasa disajikan dalam bentuk diagram sederhana yang dikenal dengan istilah matrik Boston (BCG matrix). Dalam hal ini, posisi persaingan produk perkayuan Indonesia di pasar internasional dianalisa dengan menggunakan matriks Boston, yang memetakan posisi masing-masing produk berdasarkan penguasaan pangsa pasar dan pertumbuhan. Selanjutnya dicoba analisis strategi pemasarannya dengan metoda bauran pemasaran.
KEANEKARAGAMAN AMFIBI DI BERBAGAI TIPE HABITAT (S1)
Boby Darmawan. E34103018. “Keanekaragaman Amfibi di Berbagai Tipe Habitat: Studi Kasus di Eks-HPH PT Rimba Karya Indah Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi”. Dosen Pembimbing : (1) Dr. Ir. Mirza D. Kusrini, M.Si dan (2) Dr. Ir. Agus P. Kartono, M.Si.
%VdotO2max as Physical Load Indicator Unit in Forest Work Operation
Abstract
Most of forestry work has burdened forest workers with heavy workload, which is often exceeding their allowable workload. This workload has been widely measured through energy expenditure-based workload assessment (expressed in kcal/kg/min). However, this calculation method excluded physical characteristic of individual into its calculation, meanwhile it may greatly influenced metabolism system of an individual. Thus, there is a big possibility that the use of kcal/kg/min workload unit in comparing workload among different individuals conducting the same physical work had ended in an erroneous reading. Therefore, a study on alternative workload measurement that provides a fair assessment when the assessment is conducted among different individuals performing same physical activity is significantly important. This study proposed an alternative workload calculation approach, in which the workload unit was expressed in %VdotO2max. The results showed that alternative workload measurement provided excellent accurateness similar to that provided by conventional workload assessment method. Further analysis showed that the proposed unit showed a fair reading when the analysis was carried out to more than one individual. This was because the proposed unit considered maximum physical work capacity (short term) of each individual in its calculation.
Keywords: forestry worker, workload, energy expenditure, kcal/kg/min, %VdotO2max.
- Halaman :


