Kontribusi HA-E IPB Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19 Melalui Kegiatan Care and Respect

Latar Belakang

Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin, 2 Maret 2020 dan pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Sejak hari itu, jumlah kasus positif Covid19 semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.

Seluruh dunia, negara yang terdampak Covid-19 sebanyak 216 negara dengan jumlah terkonfirmasi sampai dengan tanggal 24 Mei 2020 (sumber: WHO) sebanyak 5.206.614 orang dan meninggal sebanyak 337.736 orang. Kasus positif Covid-19 lima negara tertinggi adalah Amerika Serikat sebanyak 1,68 juta orang, Brasil sebanyak 365 ribu orang, Rusia sebanyak 344 ribu orang, Britania Raya sebanyak 260 ribu orang, dan Spanyol sebanyak 236 ribu orang. India sebagai negara Asia dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di Asia dan menempati posisi 10 besar di dunia dengan jumlah kasus sebanyak 139 ribu orang. Sedangkan Indonesia kasus positif Covid19 menempati posisi ke-32 di dunia dan ke-2 tertinggi di Asia Tenggara setelah Singapura yang juga menempati posisi ke-26 di dunia (jumlah kasus 31.616 orang) (sumber: covid19.go.id).

Indonesia, data sampai dengan tanggal 24 Mei 2020, terdapat penambahan 526 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sehingga totalnya menjadi 22.271 orang. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah 153 orang, sehingga total akumulatif pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 5.402 orang. Sementara itu, ada penambahan 21 pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, sehingga total akumulatif kasus meninggal menjadi 1.372 orang.

Jumlah daerah penyebaran Covid-19 di Indonesia terdapat di 34 provinsi dan 496 kabupaten/kota. Lima besar provinsi dengan jumlah penyebaran Covid-19 terbanyak (sumber: covid19.go.id) sampai dengan 24 Mei 2020, yaitu: DKI Jakarta (29,8%), Jawa Timur (16,4%), Jawa Barat (9,4%), Jawa Tengah (5,9%), dan Sulawesi Selatan (5,4%).

Mengingat terus meningkatnya kasus positif Covid-19 ini, masyarakat terus dihimbau untuk selalu aktif menangkal menularnya Covid-19, antara lain: membersihkan tangan memakasi sabun selama 20 detik, menghindari menyentuh wajah, menjaga jarak pergaulan (1-2 meter), membuang tisu setelah dipakai, berdiam di rumah jika sakit, membersihakan permukaan benda dengan disinfektan, serta menutup mulut ketika bersin atau batuk.

Pemerintah Pusat dengan pertimbangan penyebaran Covid-19 dengan jumlah kasus dan/atau jumlah kematian yang terus meningkat dan meluas lintas wilayah dan lintas negara dan berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Selain itu, dampak penyebaran Covid-19 juga telah mengakibatkan terjadi keadaan tertentu, schingga perlu dilakukan upaya penanggulangan, salah satunya dengan tindakan pembatasan sosial berskala besar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19. Dengan persetujuan Menteri Kesehatan, Pemerintah Daerah dapat melakukan PSBB atau pembatasan terhadap pergerakan orang dan barang untuk satu provinsi atau kabupaten/kota tertentu. PSBB paling sedikit meliputi: peliburan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai tanggal 10 April 2020. Sejak itu, beberapa daerah lain pun menyusul. Total terdapat 4 daerah provinsi dan 24 kabupaten/kota yang telah menerapkan kebijakan PSBB (sumber: covid19.go.id).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan PSBB tahap pertama pada tanggal 10 April 2020 dan seharusnya berakhir pada 23 April 2020. Gubernur lalu memperpanjang kembali hingga 22 Mei 2020 sebagai PSBB tahap kedua, dan berlanjut dengan penerapan PSBB hingga 4 Juni 2020. Dengan demikian, ibu kota resmi memasuki PSBB tahap ketiga. PSBB kali ini dijanjikan akan menjadi yang terakhir, jika berhasil menekan angka penyebaran Covid-19, seperti yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balaikota beberapa waktu lalu. Hingga hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 6.236, dengan rincian sebanyak 1.329 pasien telah sembuh, sedangkan 472 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona.

Penerapan PSBB Provinsi Jawa Barat secara umum seharusnya berakhir pada tanggal 19 Mei 2020. Namun, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah melanjutkannya dalam bentuk PSBB parsial. Gubernur Jawa Barat telah menyampaikan PSBB di Jawa Barat akan dilanjutkan di daerah kabupaten/kota dengan tingkat penyebaran virus corona yang masih tinggi. Untuk menentukan daerah mana saja yang dimaksud, wilayah Jawa Barat dibagi dalam lima level. Daerah yang termasuk level terbawah artinya belum bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Kemudian, daerah di level keempat harus melajutkan PSBB 100%. Selanjutnya, daerah level ketiga harus melanjutkan PSBB 30% sampai 60%. Sedangkan daerah di level kedua sudah bisa membuka aktivitas namun dengan tetap menjaga jarak. Ada pun daerah level teratas, artinya infeksi virus coronanya berhasil dinolkan. Hingga sekarang, jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Barat telah mencapai 1.876. Sebanyak 412 pasien telah sembuh, sedangkan 124 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona.

Gubernur Jawa Barat menyatakan PSBB daerah Bogor, Depok, dan Bekasi sudah diperpanjang hingga 26 Mei 2020 dan saat ini secara umum tren kasus di Jawa Barat membaik. Selain itu juga memperpanjang PSBB tiga daerah lainnya, yakni: Kota Bandung, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Kota Bandung dan Kabupaten Cirebon akan melanjutkan PSBB hingga 29 Mei 2020, sedangkan Kota Cirebon sampai 2 Juni 2020. Dengan demikian, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon memasuki PSBB tahap kedua, setelah menerapkan PSBB tahap pertama antara 6-19 Mei 2020. Sedangkan Kota Bandung melakukannya lebih awal, PSBB Bandung Raya dimulai pada 22 April s/d 15 Mei 2020.

Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, indeks kasus terkontaminasi Kota Depok paling tinggi, yakni: 12,7 per 100 ribu populasi penduduk, Kota Bogor keenam 8,1 per 100 ribu populasi penduduk. Sedangkan untuk indeks test PCR Kota Sukabumi terbanyak 218,1 per 100 ribu populasi Jawa Barat dan Kota Bogor 36,5 per 100 ribu populasi Jawa Barat.

Kegiatan Care and Respect HA-E IPB

Pemerintah Kota Bogor telah memperpanjang PSBB hingga 26 Mei 2020. Walikota Bogor mengatakan masih ada kelurahan yang saat ini tercatat belum ada kasus positif. Jumlahnya ada 24 Kelurahan dari 68 Kelurahan, tapi ODP sudah tersebar di semua kelurahan dan hanya 3 kelurahan yang bersih dari PDP. Saat ini Pemerintah Kota Bogor Bogor memilih untuk memperketat pemberlakuan PSBB sampai 26 Mei 2020 dan sudah merumuskan sanksinya melalui Perwali. Setelah itu keputusan dilanjutkan perpanjang PSBB atau tidak akan merujuk pada hasil evaluasi PSBB tahap III pada 23 Mei 2020 nanti, yaitu rekomendasi Gugus Tugas COVID-19 Kota Bogor.

Sehubungan dengan banyaknya masyarakat yang terdampak penerapan kebijakan PSBB (Covid19), khususnya masyarakat di Bogor (kota dan kabupaten), Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB (HA-E IPB) dengan program kegiatan Bidang Peduli Sosial, yaitu: Care and Respect, yang bersinergi dengan Yayasan HA-E IPB Peduli, Kopi Oey, Komda-Komda HA-E di berbagai provinsi, angkatan, serta alumni Fahutan IPB telah melaksanakan kegiatan Care and Respect dalam bentuk pemberian paket buka puasa bersama (nasi box), pemberian bingkisan sembako, serta bantuan lainnya bagi berbagai komunitas masyarakat di Bogor dan sekitarnya, serta di berbagai daerah di Indonesia, yaitu: panti asuhan, yayasan sosial, pondok pesantren, mamang bibi Fahutan IPB, pedagang Kantin Rimbawan/Kornita, satpam Fahutan IPB, pensiuanan dan warakawuri dosen Fahutan IPB, anak yatim alumni Fahutan IPB, mahasiswa Fahutan IPB yang terdampak, ojek online, keluarga alumni yang sudah meninggal, serta masyarakat sekitar Kampus IPB Dramaga (Kelurahan Babakan). Kegiatan ini telah dimulai sejak awal sampai dengan bulan Ramadhan 1441 Hijriah (tahun 2020). Berbagai dokumentasi kegiatan Care and Respect, disampaikan pada lampiran di bawah ini. 

Laporan pelaksanaan

Leave a Reply