Rimbawan IPB Makin Kuat di Era Digital

PERS RILIS

Kepengurusan baru periode 2018-2021 ini punya tiga sasaran: manfaat bagi anggota dan kampus, manfaat bagi masyarakat, dan mitra bagi pemerintah.

BOGOR – Setelah tiga bulan menyusun “kabinet”, Ketua Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Bambang Supriyanto melantik 182 pengurus baru Dewan Pimpinan Pusat periode 2018-2021. Dalam struktur baru ini ada bidang yang mewakili visi dan misi himpunan alumni yang independen, mandiri, dan menjunjung semangat peduli dan respek, care and respect.

Untuk masa kepemimpinan ke depan, Bambang menonjolkan bidang-bidang kemasyarakatan sebagaimana janjinya saat kampanye pemilihan Ketua pada 8-9 September 2018. Bambang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua periode 2018-2021 ketika para alumni pulang kampus dalam Hari Pulang Kampus ke-18. “Ke depan alumni Fahutan IPB mesti lebih banyak berkontribusi di masyarakat,” kata Bambang, yang menjabat Direktur Jenderal Perhutanan Sosial di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Bogor, 23 Desember 2018.

Untuk menyokong program tersebut Bambang membentuk 8 bidang yang menyerap visi dan misinya meningkatkan konsolidasi internal dan memberikan manfaat kepada publik. Ia memisahkan bidang sosial dan Yayasan HAE IPB sebagai bidang otonom. Ada tiga bidang otonom yang ada dalam kepengurusannya ini. Selain Yayasan, juga unit bisnis Kopi Oey yang berlokasi di lantai 1 Gedung Alumni IPB di Jalan Pajajaran 1, dan majalah Forest Digest.

Majalah Forest Digest merupakan majalah tiga bulanan tentang lingkungan dan kehutanan yang terbit sejak 17 Agustus 2016. Selain dicetak sebanyak 7.000 eksemplar yang dibagikan gratis kepada alumni dan umum, majalah Forest Digest kini bisa dinikmati secara digital melalui web forestdigest.com. “Ke depan akan makin digital dengan beragam produk berita di majalah ini,” kata Bambang.

Digitalisasi adalah tema kepengurusan Bambang untuk menyokong banyak programnya, baik untuk kemaslahatan alumni maupun kemanfaatannya bagi publik. Database alumni akan dikelola lebih telaten secara digital untuk mendistribusikan informasi dan pelbagai layanan. Bambang juga berencana meluaskan kerja sama dengan banyak organisasi yang hasilnya akan dinikmati oleh seluruh alumni.

Untuk mendukung semua program itu, Bambang akan menggiatkan konsolidasi ke dalam organisasi dengan kian menguatkan hubungan organisasi HAE dengan Kampus IPB, organisasi-organisasi para alumni di luar kampus, dan lembaga serta organisasi lain. “Kunci konsolidasi adalah memupuk terus kekompakan sesama alumni di mana saja,” kata dia.

Menurut Bambang, himpunan alumni yang kompak akan menopang program kerja yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Himpunan alumni adalah perkumpulan para intelektual yang berangkat dari kampus yang sama kemudian menyebar ke pelbagai organisasi profesi. “Kekuatan himpunan alumni adalah keberagaman latar belakang anggotanya,” kata dia.

Keberagaman ini, kata Bambang, harus menjadi senjata HAE meningkatkan manfaat organisasi kepada masyarakat. Karena itu bidang sosial, pendidikan, lingkungan menjadi kunci dalam menjangkau tujuan himpunan secara eksternal. “Setidaknya himpunan alumni bermanfaat untuk masyarakat sekitar dalam hal apa saja,” kata dia.

Selain kepada masyarakat, menurut Bambang, himpunan alumni juga seyogyanya menjadi sparing partner yang tangguh bagi pemerintah dalam menelurkan kebijakan-kebijakan yang pro pengelolaan lingkungan yang adil dan lestari. Tidak hanya tingkat nasional, kata dia, tapi juga komisariat-komisariat daerah bisa berkontribusi bagi pemerintahan lokal dengan scoop yang lebih kecil.

Dengan tiga sasaran itu, Bambang berharap HAE kian maju dan mandiri, apalagi pengurus baru diisi oleh lebih banyak alumni-alumni muda yang milenial. “Ke dalam kita konsolidasi agar HAE bermanfaat bagi anggotanya dan kampus, ke luar bermanfaat bagi masyarakat, dan penguatan menjadi mitra bagi lembaga pemerintah,” katanya.

Leave a Reply