Rp 120 JUTA dari Alumni Fakultas Kehutanan IPB untuk Korban Tsunami Lampung & Banten

 “Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu.”

Pada hari Sabtu Malam, tanggal 22 Desember 2018, peristiwa tsunami menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami disebabkan pasang tinggi dan longsor bawah laut akibat letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Jumlah korban terakhir menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ialah sedikitnya 437 orang tewas, 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa ini.

Tergerak untuk membantu korban musibah tersebut, tepat pada Hari Libur Nasional Tahun Baru, yaitu Selasa tanggal 1 Januari 2019, Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan (HA-E) IPB Bersama dengan DPD HA-E Provinsi Banten dan DPD HA-E Provinsi Lampung telah menyampaikan bantuan kemanusiaan gelombang pertama.

Untuk di Provinsi Lampung Alumni Fahutan IPB berkerjasama dengan DPD HA IPB lampung telah menyampaikan bantuan yang difokuskan di Way Muli, Sedangkan untuk di Banten, Tim HA-E Peduli langsung menuju lokasi Bersama DPD HA-E Banten, Perhutani KPH Bogor dan Balai TN Ujung Kulon.

Bersama dengan Dekan Fakultas Kehutanan (Kang Rinekso) dan Dewan Pembina HA-E (Kang Awriya atau Aceh), tim HA-E Peduli bergabung dengan DPD HA-E Provinsi Banten dan beberapa mahasiswa IPB yang tergabung dalam Rimbawan Pecinta Alam (RIMPALA) menuju desa paling ujung di pesisir Banten, yaitu Desa Taman Jaya – Kecamatan Sumur, Pandegelang.

Akses jalan desa yang relatif sulit pada beberapa titik, karena belum aspal serta berlumpur karena cuaca yang terus hujan, tidak membuat tim patah arang untuk menyampaikan langsung bantuan yang sudah digalang dari alumni-alumni Fakultas Kehutanan IPB.

Melalui koordinasi dengan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (Kang Mamat Rahmat), seluruh tim HA-E Peduli dapat diperjumpakan dengan puluhan warga dari 4 Desa dekitar Kawasan TN Ujung Kulon yang terdampak musibah Tsunami tersebut, yaitu Desa Tunggal Jaya, Desa Taman jaya, Desa Ujung Jaya dan Desa Cigarondong.

Rasa lelah dalam perjalanan dari Bogor hingga ujung pesisir Banten semakin menjadi haru biru, saat rombongan HA-E Peduli berjumpa dengan seorang puteri kecil, yang kini menjadi yatim karena ditinggal ayahnya yang turut menjadi korban Tsunami.

Kepada seluruh warga yang hadir sore itu, Dekan menyampaikan turut berduka dan menyampaikan doa agar ujian yang diberikan Allah SWT ini membuat kita semua mampu naik ke kelas yang lebih tinggi lagi.

Dana yang disampaikan baru sekitar 50% dari yang terkumpul, baik untuk bantuan Lampung dan Banten. Menurut kang Budjo dari Bidang Sosial, penggalangan dana masih terus dibuka dan direncanakan pada tanggal 16 Januari 2019 akan disampaikan bantuan dana cash untuk recovery fasilitas umum.

Dewan Pembina, Kang Awriya kembali mengajak sesama alumni Fakultas Kehutanan IPB untuk ikut partisipasi melalui Yayasan HA-E IPB Peduli. Bnk BRI Cabang Kementerian Kehutanan Jakarta. Dengan nomor rekening 116.701.000.173.305 dan narahubung  teh Frida (E27) 08121231903, teh Neny (E28) 08138146818 dan teh Reni (E35) 08111233111.

Ketua Umum Himpunan Alumni Fahutan IPB, Kang Bambang Supriyanto, menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas waktu dan perkenannya untuk mengemban amanah HA-E secara sukarela membantu penyaluran bantuan.  Semoga Tuhan senantiasa melindungi dan membimbing kita semua ke jalan kebaikan.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”

Leave a Reply