Komda Jambi Bikin Koperasi

WARTA DPP HAE – Dalam Rapat Kerja Nasional Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB di Ruang Sidang Sylva Kampus Darmaga terungkap banyak inisiatif kreatif dari komisariat daerah. Ada enam komisariat hadir: Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Jambi, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Barat.

Komda Jambi, misalnya, sedang menyiapkan Koperasi Agro Silva Indonesia Kreatif (ASIK). “Harusnya hari ini konsultasi dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan, tapi ditunda pekan depan karena saya memenuhi undangan Rakernas ini,” kata Ketua Komda Jambi Bambang Julisman (E36).

Komda Jambi terbentuk tahun lalu ketika kunjungan Ketua Umum Bambang Supriyanto ke sana. Ada sekitar 150 alumni Fahutan yang tinggal di Jambi, tersebar dari angkatan 18 hingga 50. Bambang terpilih jadi ketua dengan Dewan Pengarah Kang Budidaya yang menjabat Sekretaris Daerah Jambi.

Ide membuat Koperasi, kata Bambang, terbentuk ketika para anggota mengusulkan konsolidasi dan silaturahmi. Mulanya membuat acara per perkan kumpul bareng. Bentuknya bersepeda bersama. “Jumlah yang datang variatif, kadang 4 orang, 5 orang,” katanya.

Dari situ muncul ide membuat koperasi. Modal dikumpulkan dari iuran anggota Rp 100 ribu per orang per bulan + iuran wajib Rp 50.000. Setelah 10 bulan Komda mendapat Rp juta sebagai modal awal.

Komda juga mendorong anggota menyimpan uangnya di Koperasi sehingga kelak bisa dipakai ketika hendak mencicil rumah atau kendaraan. “Kalau untuk mencicil rumah subsidi Rp 130 juta, melalui koperasi sangat bisa,” kata Bambang.

Komda Jambi juga sedang mengembangkan database. Tak hanya untuk mendata identitas, Bambang bercerita Komda menekankan data golongan darah. “Sehingga ketika ada alumni yang butuh darah tertentu, tinggal lihat di database,” katanya.

Sementara Komda Lampung masih trauma ketika hendak mengembangkan bisnis. Dua tahun lalu HA IPB mendapatkan modal dari anggota Rp 200 juta untuk membentuk koperasi dengan membuka kafe. “Tapi kafenya tidak berjalan karena tidak dikelola oleh profesional,” kata Budi Sulistio (E-30).

Di Sumatera Barat, alumni Fahutan di sana menghidupkan “Rabuan”. Setiap Rabu mereka bertemu dan berkumpul. Sumatera Barat fokus ke konsolidasi karena Komda sempat vakum dan baru hidup lagi pada 2016. “Kami masih mendalami potensi wisata alam yang bisa dikembangkan komisariat,” kata Wakil Ketua Komda Sumatera Barat Bambang Suyono (E-28).

Selain ekowisata, kata Bambang, ada pengembangan wirausaha itik dan jagung yang sudah dikembangkan oleh salah satu alumni. “Masih penjajakan untuk bagi hasil,” katanya. “Problemnya memang masih ada di modal.”

Leave a Reply